Langsung ke konten utama

Senyawa Kimia Paling Tidak Stabil!!! Bahkan Meledak Hanya dengan Dilihat !!!



Struktur Azidoazide Azides 
Ahli kimia menganggap Azidoazide Azides adalah kelompok molekul yang menarik karena sifatnya yang sangat tidak stabil. Salah satu jenis kelompok ini adalah C2N14, yang entah bagaimana mampu menghubungkan dua molekul karbon dengan empat belas molekul nitrogen.

Sedikit saja senyawa CN biner ini mampu melepaskan energi yang sangat besar dan panas yang tinggi, tapi juga memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap gesekan dan goncangan. Sehingga, senyawa ini dikenal sebagai senyawa yang palin eksplosif yang pernah diciptakan manusia. Bahkan, senyawa ini dapat meledak dengan sendirinya. Dalam sebuah artikel berjudul Things I Won't Work With: Azidoazide Azides, More or Less, ahli kimia Derek Lowe menjelaskan upaya sebuah kelompok riset untuk mempelajari Azidoazide Azides , mereka menggambarkan betapa eksplosifnya Azidoazide Azides. Menurut hasil riset mereka, Azidoazide Azides dapat meledak dalam larutan, saat disentuh dalam wujud padat, bahkan meledak saat mereka mencoba meguji senyawa tersebut dengan spektruim IR. Sehingga para peneliti menyebutkan bahwa senyawa tersebut meledak bahkan hanya dengan cara dilihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eter adalah nama senyawa kimia yang memiliki gugus eter (atom oksigen yang diikat 2 substituen). Senyawa eter biasanya dipakai sebagai pelarut dan obat bius. Molekul eter tidak dapat membentuk ikatan hidrogen sehingga titik didihnya rendah. Eter lebih polar dari alkena. Eter dapat bertindak sebagai basa lewis dan juga dapat membentuk polieter. A.      Tata Nama Eter ·          Trivial Untuk penamaan dengan sistem trivial, pemberian namanya dilakukan dengan cara menggunakan nama substituennya ditambah dengan kata “eter”. Contoh:            Isopropil Metil Eter                                                Etil Fenil Eter ·          IUPAC 1.       Pisahkan kedua...

Kimia Organik: Alkohol

Alkohol merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau cincin hidrokarbon. Alkohol mempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan alkana-alkana yang jumlah atom C nya sama. Hal ini disebabkan antara molekul alkohol membentuk ikatan hidrogen. Rumus umum alkohol R – OH, dengan R adalah suatu alkil baik alifatis maupun siklik. Dalam alkohol, semakin banyak cabang semakin rendah titik didihnya. Sedangkan dalam air, metanol, etanol, propanol mudah larut dan hanya butanol yang sedikit larut. Alkohol dapat berupa cairan encer dan mudah bercampur dengan air dalam segala perbandingan.           Berdasarkan jenisnya, alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon utama. Ada tiga jenis alkohol antara lain  Alkohol primer yaitu alkohol yang gugus –OH nya terletak pada C primer yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain contohnya : CH 3 CH 2 CH 2 OH (C 3 H 7 O).  Alkohol sekunder yaitu alkohol yang...